12 Jul 2014

Workshop Hak Anak :)



Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Teman-teman, sekarang saya mau ngepos tentang waktu saya workshop kemarin, hehe.. Baca ya :) Semoga bermanfaat, temannn :D
 
Workshop Hak Anak

            Kamis, 8 Juni 2014 di Panti Asuhan ‘Aisyiyah tepatnya di aula panti, diselenggarakanlah workshop dengan tema “Hak Anak” yang dihadiri oleh siswa/siswi SMP/MTS/SMA/SMK se-Kabupaten Karanganyar. Dengan sekitar 50 hingga 60 hadirin acara tersebut diselenggarakan untuk mensosialisasikan tentang hak-hak seorang anak dan menghindari kekerasan terhadap anak. Acara ini juga diselenggarakan untuk memperingati hari anak nasional, yaitu pada tangga 23 Juli Workshop ini diisi oleh narasumber yaitu Ibu Shoim Sahriyati dari Yayasan Kakak dan Ketua BP3AKB Karanganyar, Bapak Agus Heru Bindarto.



            SMP Negeri 1 Karanganyar mengirimkan 4 anak dari anggota OSIS yaitu, ketua OSIS, Berlian Imani Putri, Hafizh Candra Fitriansyah, Sandi Anardito Putra, dan Prasetyaning Jati. Anak-anak tersebut antusias mengikuti acara workshop ini. 

            Acara yang pertama adalah sambutan dari Ketua BP3AKB, sambutan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak agar bisa memahami hak-hak yang seharusnya mereka terima. Baliau juga menjelaskan sedikit tentang permasalahan yang ada di Indonesia mengenai kekerasan terhadap anak. Beliau juga menguraikan bahwa seorang anak sebenarnya memiliki potensi yang sangat luar biasa dan perlu dikembangkan. Sehingga kita semua tidak sepatutnya merusak moral dan masa depan anak-anak Indonesia dengan segala bentuk apapun, terutama kekerasan. Pemerintah juga kewalahan menangani aksi-aksi kekerasan yang dilakukan terhadap anak-anak, jumlah setiap tahunnya terus bertambah. Segala upaya telah dilakukan pemerintah dan akan terus dilakukan pemerintah apapun resikonya demi menyelamatkan potensi yang akan menjadi aset berharga bagi kemajuan banga Indonesia. Itulah sedikit ringkasan dari sambutan yang disampaikan beliau. 

            Acara selanjutnya adalah istirahat dan pembagian snack. Setelah itu dilanjutkan dengan materi yang akan disampaikan Ibu Shoim Sahriyati selaku Narasumber dari Yayasan Kakak. Yayasan Kakak merupakan yayasan yang sangat peduli terhadap hak-hak anak. Banyak materi yang disampaikan beliau. Beliau terlebih dahulu menjelaskan tentang perlindungan anak, hak anak, dan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang anak. “Perlindungan Anak adalah segala bentuk dan jenis kegiatan yang bertujuan untuk mengayomi, melindungi, dan menjaga hak-hak anak, sehingga seorang anak mampu mendapatkan kasih sayang yang optimal.” Tuturnya. UUPA No. 23 Tahun 2002 merupakan Undang-Undang yang mengatur tentang perlindungan anak. Belia sangat fasih menerangkan semua hal tentang anak. Penampilan dan perkataan beliau yang lembut tapi tegas, mebuat kami semua tertarik untuk lebih mencintai anak-anak, karena jika kita mencintai anak-anak berarti kita mencintai diri kita sendiri. Selanjutnya, beliau kembali menerangkan kepada kami melalui power point yang telah beliau siapkan. Beliau menjelaskan tentang definisi anak, konvensi hak anak, hak dasar anak, masalah anak di Indonesia, dan cara menanggulangi kekerasan terhadap anak. “Workshop ini mengingatkan kepada kita bahwa banyak sekali anak-anak Indonesia yang sekarang mungkin sudah tidak lagi mendapatkan hak-haknya, menjadi gelandangan, pengemis, tidak bisa bersekolah, bekerja yang tak layak demi bertahan hidup, pergaulan yang bebas, dan banyak hal yang sangat mengerikan bagi anak-anak di luar sana. Bersyukur bagi anak-anak yang masih mendapatkan kasih sayang dari prang tua kalian, mendapat pendidikan yang layak, sehat, dan fasilitas  yang memadai.” Ujarnya. Kamipun tersentuh dan merenungkan bahwa selama ini kita hanya bisa menghambur-hamburkan uang, padahal di luar sana masih banyak anak-anak yang sangat membutuhkan biaya. Kekerasan yang sering terjadi di Indonesia menyebabkan masa depan anak-anak dan psikologis anak terganggu. Mereka akan trauma terhadap suatu hal, apalagi jika mereka masih di bawah umur. Apa yang mereka terima, akan mereka lakukan kepada orang lain. Jadi, marilah kita menyadarkan diri kita sendiri dahulu, sudahkan kita mencintai anak-anak? Ayo, jaga potensi bangsa ini, kembangkan menjadi anak-anak yang cerdas dan berbakat. Itulah materi-materi yang beliau sampaikan, begitu menyentuh dan mengerakan hati kita untuk peduli terhadap hak-hak anak.

            Sebelum acara ditutup, ada pembagian makanan kepada para hadirin. Serambi makan, kami semua mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bapak Slamet. Disini, Bapak Slamet sedikit mengulas tentang materi sebelumnya. Beliau mengajak para hadirin untuk bertanya apa yang ingin ditanyakan dan yang kurang jelas. Banyak anak yang bertanya, terutama siswa/siswi SMP Negeri 1 Karanganyar. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Prasetyaning Jati (Tya) perwakilan dari SMP Negeri 1 Karanganyar, diantaranya hak anak yang dikaitkan dengan pendidikan, “apakah seorang anak hanya memebutuhkan hak pendidikan tanpa karakter pribadi, sehingga saat mereka menerima kekerasan, mereka akan lebih bijak dalam menghadapinya, itu akan lebih bisa untuk menghilangkan rasa trauma terhadap anak?” Pertanyaan tersebut diterima dengan sangat baik oleh Ibu Shoim, beliaupun menjawab setuju dengan pertanyaan sekaligus interpretasi dari Prasetyaning Jati. Beliau menambahkan, bahwa kurikulum yang baru ini (kurikulum 2013) adalah solusi yang baik untuk mewujudkan anak Indonesia yang cerdas, berakhlak dan berkarakter yang baik.
            Pertanyaan selanjutnya juga disampaikan kepada Ibu Shoim, “Apakah yang seharusnya dilakukan seorang anak saat mereka memiliki pengetahuan mengenai sesuatu dan ia ingin menyampaikan kepada seseorang yang lebih tua darinya, namun orang tersebut menganggap remeh anak itu, apa yang harus anak itu lakukan agar ia bisa menyalurkan pengetahuannya kepada orang lain?” Ibu Shoim menjawab, “Memang sulit saat kita akan berbuat baik, namun tinggal bagaimana kita bersabar dalam melakukannya. Lebih baik kita tetap memberitahukan apa yang kita tahu asalkan kita tidak sok tau dan berlandaskan hal-hal yang pasti. Cara kita menyampaikan juga merupakan pengaruh besar diterima atau tidaknya apa yang kita katakan. Jika kita bisa menyentuh hati pendengar kita dengan sopan, InsyaAllah orang tersebut dapat menerimanya. Usahakan berbicara dari hati ke hati.” Jawab beliau.
            Akhirnya, di ujung acara setelah lelah bertanya-tanya, acarapun ditutup dan para hadirin dipersilahkan meninggalkan tempat. Saat keluar dari aula, kami semua senang karena mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang baru tentang anak. Sekian, terimakasih. :)


1 komentar:

Dito Nag'z VII A Spensakra :) mengatakan...

hahaha :D fotoku.......

Posting Komentar