3 Des 2014

Ini Teks Ulasan yang membuat diriku meneteskan Air Mata :')

Terkadang, saat dimana kita fokus terhadap suatu bacaan. Air mata bisa jadi menetes melewati pipi kita, itu bukan karna kita cengeng. Namun, menjiwai dan menghayati apa yang kita tangkap itu adalah keistimewaan tersendiri :) Selamat Membaca :)



Ulasan “Emak dan Sepotong Roti”

            Sebuah cerita yang sungguh menyentuh, yaitu cerita “Emak dan Sepotong Roti” karangan Caswati yang berasal dari Yogyakarta. Beliau adalah Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, UGM. Kisah ini menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga sederhana yang memiliki dua anak namun telah ditinggal pergi oleh ayahnya. Sehingga ibunya harus bekerja keras untuk menjadi seorang ibu sekaligus seorang ayah. Entah apakah cerita ini diangkat dari kisah nyata atau hanya imajinasi penulis. Namun, saat kita membaca cerita ini, seluruh kata-katanya dapat membuat kita terhipnotis dan tersentuh serta terharu akan sebuah perjuangan, pengorbanan, dan kasih sayang.
            Dalam cerita ini, ada 3 alur pokok yang harus diketahui yaitu di bagian awal sekitar paragraf 1 hingga paragraf 10 yang menceritakan tentang kehidupan keluarga ini yang sungguh sederhana dengan segala keterbatasan. Memiliki 2 anak walau hanya dengan memiliki 1 ibu yang telah tua dan ditinggalkan oleh suaminya. Di bagian ini, pikiran kita menjadi terbuka, bahwa setiap cobaan yang diberikan Tuhan, pasti ada sisi yang baik dibaliknya. Kerja keras, tekad kuat, dan semangat pantang menyerah adalah hal yang harus menjadi pedoman kita dalam menyikapinya.
            Seorang ibu yang akrab dipanggil anaknya, Dani dan Dina dengan sebutan emak, sangatlah berkorban banyak demi kemajuan anaknya agar bisa lebih baik dari dirinya. Alur kedua yang harus kita ketahui adalah isinya, yaitu betapa susahnya orang tua terutama single parent  berjuang mati-matian demi anaknya dan kita juga diajarkan tentang kewajiban kita sebagai anak, yaitu dalam segala kesibukan kita, kita harus tetap membantu orang tua. Kisah yang teramat menyentuh sebab, begitu besarnya rasa sayang seorang ibu yang enggan dibantu oleh anaknya karena mengetahui bahwa anaknya telah lelah menimba ilmu. Namun, cerita ini sungguh menyedihkan, dimana emak tersebut harus menderita kesakitan karena terpukul oleh palu besi untuk memukul batu dari sungai. Tanggannya lemah tak berdaya, darah mengalir dengan hebatnya, badan yang ringkih membuatnya begitu tampak lemas tak bertenaga. Sang anakpun tak kuasa melihat emak yang sangat disayanginya terkulai lemah tak berdaya.
            Pada alur ketiga kita dapat menemukan bahwa seorang ibu akan selalu memperhatikan apa yang dibutuhkan anaknya, walau sebenarnya beliau sangat membutuhkan hal tersebut. Tangan yang tidak diobati itu semakin bertambah parah. Namun, Dani tidak bisa terus merawat emaknya walau sebenarnya ia sangat ingin melakukannya. Tetapi, sang emak tidak mau jika Dani, anak sulungnya harus membolos sekolah. Seusai pulang sekolah, Dani melihat rumahnya terang bersinarkan lampu dan ia melihat adik serta emaknya duduk di bangku rumah dengan adanya kue tar di atas meja. Sang adik yang polos itu berkata bahwa emak ingin dibangunkan jika mbak pulang. Dan ternyata tanpa disadari emak yang selama ini mereka sayangi, banggakan dan sesuatu yang sangat berharga bagi mereka berdua telah dipanggil oleh Sang Pencipta. Tak mudah untuk mempercayai itu semua, namun menerima suratan takdir dari Tuhan adalah yang terbaik bagi kita.
            Cerita ini sangatlah bagus untuk semua kalangan baik anak-anak, remaja, dewasa bahkan lansia sangat bagus untuk membaca cerita ini. Semua kata-kata yang indah dan penuh makna, banyak pelajaran yang dapat dipetik dari cerita ini, banyak hal baru yang kita temukan, dan yang terpenting kita dapat lebih mengerti tentang arti kehidupan. Namun, cerita ini memuat kata-kata yang sulit dicerna untuk anak-anak yang belum paham dan orang tua yang tidak dapat memahami pula. Sehingga dikhawatirkan mereka sulit mencerna isi dari bacaan yang ada dalam cerita ini. Apapun itu, cerita ini bagus untuk dibaca.
            Maka dari itu, cerita yang penuh dengan ketegangan dan keharuan ini sangatlah baik untuk kita semua. Kita dapat mengenal arti dari sebuah perjuangan, pengorbanan, dan kasih sayang. Kita akan belajar bagaimana cara mencintai orang yang sangat mencintai kita selepas entah kapan mereka akan pergi meninggalkan kita. Hanya perlu mempercayai bahwa kehendak Tuhan akan selalu menjadi yang terbaik bagi kita. Dari cerita ini, kita juga diajarkan bagaimana cara kita untuk berfikir kreatif di saat keterbatasan selalu menjadi penghalang kita untuk maju. Orang tua adalah hal terindah dan hal yang sangat berharga bagi kita. Membuat mereka tersenyum dan mengetahui bahwa kita adalah alasan mereka tersenyum adalah suaut kebanggaan bagi kita. Orang tua adalah malaikat yang Tuhan berikan untuk kita di dunia agar kita selalu bisa merasa tenang dan terjaga. Jangan biarkan air mata kesedihan membasahi pipi orang tua kita. Buatlah mereka bangga dengan kehadiran kita sebagai putra dan putri mereka J
           

0 komentar:

Posting Komentar