25 Jun 2014

Puisi Perpisahan :)



Tangis Bahagia Perpisahan
Karya: Prasetyaning Jati

Tak terkira,
Kini sang waktu telah menyapa
Tiba untuk melepas mereka
Mereka, sang pejuang masa depan
Yang berusaha meraih harapan
Keberhasilan mengarungi mereka
Tetesan air mata melepaskan mereka
Entah pilu ataukah haru?
Entah duka ataukah bahagia?
Semuanya terjadi bersama
Hingga secelahpun tak bisa kita membedakannya
Perjuangan mereka bersama kita telah usai
Mereka akan berjuang di tempat lain
Perpisahan adalah cerita akhir dari pertemuan
Kita tidak bisa menolak
Brontak dengan keadaan
Atau bahkan marah dengan kenyataan
Perpisahan ini bukanlah keinginan kita
Bukan juga harapan kita
Bukan hal yang kita tunggu
Bukan sesuatu yang ditunggu
Namun,
Sebuah takdir untuk membuka masa depan baru
Percayalah,
Kita bukannya pergi
Bukan juga menghilang
Bukan menjauh
Tapi hanya terlepas satu sama lain
Perjalanan hidup yang berbeda harus kita tempuh
Jalan yang panjang harus kita lewati
Kita lewati dengan cara kita sendiri
Pertemuan akan terjadi di antara kita
Entah kapan, dimana dan bagaimana?
Itu sebuah rahasia
Kakak...
Serangkaian kata ini kutujukan untuk kalian
Puisi ini kuberikan untuk kalian
Pengalaman, pengetahuan, dan teman
Telah kalian dapatkan
Sekolah, teman dan ilmu baru
Menanti kalian
Perpisahan ini awal baru untuk kalian
Awal untuk berjuang
Berjuang meraih harapan
Dan harapan untuk mengawali masa depan
Tak ada keberhasilan tanpa perjuangan
Tak ada perjuangan tanpa pengorbanan
Dan tak ada pengorbanan tanpa keikhlasan
Tuhan..
Taburkan kebahagian untuk mereka
Berilah keberhasilan untuk mereka
Dan kasihi mereka dengan kenikmatan
Serangkaian kata ini kutujukan untuk kalian
Puisi ini kuberikan untuk kalian
Untaian kata sederhana
Dengan harapan nyata luar biasa
Kakak..
Selamat tinggal
Cinta dan kasih slalu untuk kalian




Puisi Kemah



Sepenuh Aku
Sunyi menerpa indahnya malam
Keheningan memecah indahnya rembulan
Suara angin berhembus berlalu
Pancaran api unggun menjadi penerangku
Teman-teman menemaniku
Disini, aku berdiri
Merasakan suasana malam
Menatapi bintang
Dengan suatu kebersamaan

Disinilah
Aku bebas berteriak
Berekspresi
Berkarya
Mengungkapkan segalanya

Perasaan ini sangatlah menyenangkan
Suasana yang menggembirakan
Tak ada penyesalan dan keraguan
Di Tempat ini,
Kebahagiaan aku rasakan
Pengetahuan aku dapatkan
Pengalaman kita terima
Dan Kebersamaan kita adalah fondasinya

Aku mulai berfikir
Bahwa waktu akan slalu berlalu
Saat semuanya habis
Kita tak akan mampu meraihnya

Aku juga mulai menyadari
Semua ini perlu kita pahami
Renungan malam yang menghampiri
Hingga kita akan bangkit mengawali
Kekuatan waktu untuk ketercapaian ilmu

Tuhan...
Inikah yang dinamakan anugrahmu?
Taklagi ada pendustaan tentang-Mu
Kita percaya akan keistimewaan-Mu
Terimakasih Tuhan
Kau beri kami segalanya tentang kehidupan





Puisi Lingkungan



Sirna
Hijau daunku dulu
Namun kini semua telah layu
Terberangus oleh luapan hawa nafsu
Penebang kayu..
Slalu berburu..
Berburu kekayaan alam, yang seharusnya mereka jaga

Ohh manusia…
Tidakkah kalian tahu? Sadar?
Atau sedikit melihat?
Keberadaan diriku, sejukkan aroma kehidupanmu
Jalaran akar-akarku,
Membuat kalian bisa bertahan
Dari kehidupan, yang amat kelam…

Lewat puisi ini aku bertanya…
Dan lewat curahan kata ini, aku bicara
Keindahan yang  dulu ada di depan mata kita
Kini seolah terasa sirna

Entah… Sampai kapan kita seperti ini?
Apakah?
Jika sudah datang bencana pada bumi ini
Baru kalian akan sadar diri
Baru timbul sesal yang tiada arti
Barulah kalian memohon ampun, pada-Mu Yaa Robi

Yaa Robi…
Sadarkanlah mereka,
Bukalah mata hati mereka
Tuk slalu menjaga bumi kita tercinta

Kawan…
Ingatlah!
Semakin kau cacah tubuh ini
Semakin kau sakiti saudara-saudara kami
Tunggulah!
Akan datang bencana besar bertubi-tubi
Menimpa bumimu, musnahkan kehidupanmu
Yang akan melayangkan saudara-saudaramu…

           
Tuhan…
Dulu…
Mereka peduli
Tapi kini…
Manusia penuh nyali
Musnahkan pepohonan, pengikat bumi pertiwi
Tanpa ada batas tuk mengakhiri
Tanpa ada pikiran akan dampak yang terjadi
Tanpa ada kehendak melawan nafsu biadab
Memutilasi rimba ini…

Kepada siapa lagi aku bertanya
Kehancuran pada… alam semesta
Yang memang tanggung jawab kita semua
Tuk slalu merawat dan menjaganya..

Tuhan..
Engkaulah Yang Maha Perkasa
Pemilik seluruh alam semesta
Ampunilah mereka..
Yang tlah lalai menjaga bumi kita

Lewat puisi ini aku bertanya…
Dan lewat curahan kata ini, aku bicara
Keindahan yang  dulu ada di depan mata
Keindahan yang terpampang nyata
Keindahan yang tak ternilai harganya
Kini seolah terasa hampa nan sirna…









Ilmu-Nya Lewat Engkau Untukku - Puisi -



Ilmu-Nya Lewat Engkau Untukku
Karya: Prasetyaning Jati

Saat fajar mulai bersinar terang
Kau bergegas tuk bertugas
Mengabdi pada pendidikan
Berjasa bagi setiap orang
Demi majunya pembangunan

Tuhan.. kami tahu,
Ilmu-Mulah yang paling tinggi
Tak ada manusia yang mampu menandingi
Tak ada daya untuk berkuasa
Pada seluruh ilmu yang kau punya
Namun,
Engkau titipkan Ilmu-Mu lewat beliau
Engkau turunkan ilmu-Mu untuk beliau
Seseorang yang sungguh mulia
Mengajarkan kami apa yang mereka punya
Mendidik kami dengan seluruh jiwa raga mereka
Membimbing kami saat kami lemah tak berdaya
Membantu kami saat kami terjatuh
Dan menasihati kami saat kami tak punya sandaran untuk berdiri
Beliau adalah pahlawan pendidikan
Pahlawan yang lebih tangguh dari superhero
Lebih baik dari superman
Lebih kuat dari wonderwoman
Dan lebih hebat dari transformer

Guru... Itulah namanya
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa adalah julukannya
Pembangun Insan Cendekia adalah sebutannya

Ohh.. guruku
Banyak ilmu yang kau tahu
Tanpa lelah kau salurkan ilmumu untukku
Penuh kasih sayang kau bimbing diriku
Dengan sabar engkau menuntunku
Tanpa pandang bulu
Tanpa ragu-ragu

Wahai guru,
Sungguh besar jasamu
Hingga aku tak kuasa membalasmu
Seribu kata maaf,
Tak cukup untuk kenakalanku
Sejuta hadiah,
Tak bisa membalas jasamu
Satu milyar bunga,
Tak cukup untuk mengembalikan ilmu darimu
Namun,
Akan datang berjuta-juta kebaikan dari Tuhan
Untukmu

Tuhan..
Jagalah pahlawan pendidikanku
Lindungi beliau dalam kasih sayang-Mu
Sungguh,
Tanpa beliau kami bukan apa-apa
Kami tak mengetahui ilmu-Mu
Tak mengenal dunia-Mu
Tak bisa menjaga alam-.Mu
Dan tak mengerti agama-Mu

Terimakasih Tuhan..
Kau ciptakan beliau untuk kami

Terimakasih guruku
Kau beri cahaya dalam gelapnya cakrawala
Kau taburkan bunga untuk menghiasi bangsa
Dan kau ajarkan pengetahuan demi majunya pendidikan

Kami akan slalu mencintaimu
Wahai guruku..
Sang Pahlawan Pendidikanku