3 Des 2014

Pidato Bahasa Indonesia "Prestasi itu... " :)



Asalamualaikum Wr. Wb.
Dewan juri yang terhormat
Bapak/Ibu guru yang saya hormati
Teman-teman yang saya cintai dan banggakan
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul dalam acara Lomba Bulan Bahasa Tingkat Kabupaten Karanganyar Tahun 2014.
Hadirin yang saya hormati,
Perkenankanlah saya pada kesempatan kali ini menyampaikan pidato yang bertema Meraih Cita-Cita untuk Menunjang Para Generasi Muda yang Berkarya.
Teman-teman yang berbahagia,
Cita-cita bukan hanya pekerjaan apa yang ingin kita capai di masa depan. Namun, cita-cita dapat diartikan pula sebagai suatu keinginan yang ingin kita capai, raih, dan usahakan untuk waktu yang dekat maupun untuk masa depan entah itu hal yang kecil maupun yang besar. Banyak sekali hal yang ingin kita capai pastinya. Sebelumnya, saya akan bertanya apakah kalian memiliki cita-cita atau suatu keinginan yang ingin dicapai? Tentu semua orang pada umumnya memiliki cita-cita, tak terkecuali saya. Jika ditanya saya ingin menjadi apa atau apa cita-cita saya, saya akan menjawab saya ingin menjadi dokter untuk masa mendatang, saya ingin menjadi seseorang yang baik di masa sekarang, dan ingin selalu berguna untuk selamanya. Setiap orang memiliki alasan dalam memilih cita-cita mereka. Begitupun saya, saya ingin menjadi dokter karena begitu besar jasa dokter, menyelamatkan banyak orang dan berguna bagi banyak orang.
Bagi sebagian orang, cita-cita itu adalah tujuan dan semangat hidup, bagi sebagian yang lain hanya menganggap cita-cita sebagai mimpi. Bagi orang yang menganggap cita-cita itu adalah tujuan dan semangat hidup, maka cita-cita itu akan dijadikan penyemangat untuk terus maju. Namun, bagi orang-orang yang mengangap cita-cita itu hanyalah mimpi maka cita-cita itu tak lebih dari khayalan. Jika itu hanyalah khayalan dan tidak ada usaha untuk meraihnya, kapan cita-cita itu dapat menjadi kenyataan? Sebagai generasi muda yang berilmu dan berkarya seharusnya kita dapat menjadikan cita-cita, mimpi-mimpi, dan keinginan kita menjadi suatu kenyataan.
Hadirin yang berbahagia
Cita-cita tidak bisa hanya didiamkan tanpa ada perjuangan dalam meraihnya. Ingat, bahwa tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan, tiada penrjuangan tanpa pengorbanan, tiada pengorbanan tanpa keikhlasan dan tiada keikhlasan tanpa ketulusan dalam hati untuk membuatnya menjadi penyemangat yang membara di dalam dada. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk meraih cita-cita kita. Hal tersebut antara lain:
1.      Selalu ingat dan taqwa kepada Allah SWT
2.      Bersyukur atas segala nikmat’Nya
3.      Awali semua perjuangan dengan Bismillah
4.      Mengetahui kemampuan diri sendiri dan percaya akan diri sendiri
5.      Memiliki semangat dan niat serta tekad yang kuat
6.      Jangan lengah dan jangan putus asa, berpegang teguhlah pada prinsip ini, jika salah coba lagi, jika kalah berjuang kembali, namun jika kamu menyerah, semuanya akan benar-benar selesai.
7.      Fokus pada tujuan kita dan hilangkan semua fikiran negatif
8.      Pastikan untuk selalu menjadi yang lebih baik dari hari kemarin
9.      Lakukan yang terbaik yang kita bisa dan hargai jasa orang lain yang memberikan hal baik dalam setiap perjuangan kita
10.  Tetaplah membuktikan bahwa kita mampu menjadi sinar yang luar biasa
Hadirin yang berbahagia
Itulah 10 hal yang semoga mampu membuat kita dapat mencapai apa yang menjadi cita-cita kita. Janganlah takut bermimpi memiliki cita-cita namun takutlah jika kamu memiliki cita-cita namun hanyalah menjadikan cita-cita tersebut sebagai mimpi. Seperti sajak Kami Bertiga karangan Supardi Djoko Darmono, yang berbunyi:
“Dalam kamar ini kami bertiga,
Aku, pisau, dan kata
Kalian tahu, pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya
Tak peduli, darahku atau darah kata”
Dari sajak tersebut, memberikan makna kepada kita semua, bahwa kita harus memiliki karya untuk diciptakan dan harus memperjuangkannya. Kalian tahu, pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya, kalimat ini yang sangat memiliki arti mendalam yaitu cita-cita baru akan menjadi cita-cita jika kita memiliki tekad kuat, usaha, dan kerja keras di dalam diri kita, tak peduli besar kecilnya cita-cita kita. Sungguh, banyak hal yang kita dapatkan dari setiap langkah kehidupan kita, motivasi, pelajaran berharga, pengalaman, dan perjuangan yang kita lakukan adalah hal yang mendorong kita untuk mewujudkan semua cita-cita kita. Jika kita mampu mewujudkan cita-cita kita, InsyaAllah kita akan menjadi generasi muda berilmu yang banyak menciptakan karya-karya untuk membangun bangsa, menjadikan bangsa Indonesia ini menjadi sinar yang terang untuk menerangi gelapnya kehidupan. Maka, marilah teman kita semua bersama-sama berjuang meraih cita-cita kita. Begitupun bagi bapak/ibu guru, dorongan dari mereka sangatlah berpengaruh terhadap bisa tidaknya kita untuk mencapai cita-cita kita, orang tua juga harus berperan dalam perkembangan anak dalam meraih semua cita-cita mereka. Pada intinya, lingkungan sekitar adalah faktor terbesar untuk mencdorong pola pikir generasi muda dalam berkarya.
Hadirin yang berbahagia
Sebelum mengakhiri pidato saya ini, saya hanya ingin menyampaikan ulang kutipan film 5 cm, yaitu kita harus berjuang lebih keras biarkan tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, mata yang akan terus menatap ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa. Biarkan cita-cita kita menggantung 5 cm di depan kening kita di mana kita akan menatap itu setiap hari dan selalu mengejar untuk mendapatkannya sekalipun kita terjatuh teruslah kita bangkit untuk berjuang kembali meraihnya. Jadilah generasi yang berkarya, yang memiliki cita-cita, mimpi-mimpi, keinginan, dan keyakinan untuk mewujudkannya menjadi nyata. :)
Demikian pidato yang saya sampaikan apabila ada kesalahan saya minta maaf yang sebesar-besarnya.
Bilahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Wr. Wb.

0 komentar:

Posting Komentar